kamu bisa akses update rank dan pertanyaan-pertanyaan terbaru seputar Rohis (deskripsi image slide tidak ditampilkan saat menggunakan mobile device)

  • Assalamualaikum Selamat datang :)

    Jangan lupa untuk selalu menebarkan kebaikan

  • Apa tujuan Blog ini dibuat?

    Blog ini di buat sebagai parameter kualitas dan indeks prestasi ibadah member Rohis dalam kepengurusannya

  • Tersenyumlah :))

    Senyummu di hadapan saudaramu adalah Shadaqoh

  • Ali imran ayat 104

    Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung

  • Hadist tentang Penaklukan Konstatinopel

    Rasullulah saw pernah ditanya, "kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstatinopel atau Roma? Rasul menjawab, "kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu konstatinopel" (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)

Dunia adalah penjara benarkah?


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)


Assalamualaikum Sahabat Rohis, banyak dari kita mengejar berbagai macam kehidupan di dunia, mulai dari ngerjain tugas, ngurus proker, dan lain-lain. tidak ada salahnya, tapi apakah itu semua adalah akhir dari tujuan seorang mukmin? Bagaimana kita seharusnya menjadi seorang muslim kaffah(keseluruhan)? Mengapa negara mayoritas muslim tetapi penduduknya banyak yang miskin,Tingkat pendidikan rendah? Mengapa doa saya belum terkabul? mengapa tuhan menciptakan manusia?

Jawaban dari semua hal diatas sudah ada,Tentu dengan sumber yang reliabel tinggal bagaimana kita mencarinya. 

عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَعَثَهُ إِلَى الْيَمَنِ، قَالَ لَهُ:”كَيْفَ تَقْضِي إِنْ عَرَضَ لَكَ قَضَاءٌ؟”، قَالَ: أَقْضِي بِكِتَابِ اللَّهِ، قَالَ:”فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي كِتَابِ اللَّهِ؟”قَالَ: فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ:”فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟”قَالَ: أَجْتَهِدُ رَأْيِي وَلا آلُو، قَالَ: فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدْرَهُ، وَقَالَ:”الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَا يُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”
“Dari Muadz ibn Jabal ra bahwa Nabi Saw ketika mengutusnya ke Yaman, Nabi bertanya: “Bagaimana kamu jika dihadapkan permasalahan hukum? Ia berkata: “Saya berhukum dengan kitab Allah”. Nabi berkata: “Jika tidak terdapat dalam kitab Allah” ?, ia berkata: “Saya berhukum dengan sunnah Rasulullah Saw”. Nabi berkata: “Jika tidak terdapat dalam sunnah Rasul Saw” ? ia berkata: “Saya akan berijtihad dan tidak berlebih (dalam ijtihad)”. Maka Rasul Saw memukul ke dada Muadz dan berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah sepakat dengan utusannya (Muadz) dengan apa yang diridhai Rasulullah Saw”.

Namun kali ini kita akan membahas tentang hadist Rasulullah, dan cerita tentang kisah Imam ibnu hajar Al-Atsqalani

“Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”

      Menarik ketika para ahli tarikh menceritakan kisah Imam Ibnu haja Al-Atsqalani, Seorang ulama besar dan ahli hadist yang mu'tabar dengan seorang yahudi tukang minyak.

      Dahulu, Imam ibnu hajar adalah seorang hakim besar pada masanya. Apabila pergi ke tempat kerjanya, dia berangkat dengan naik kereta yang di tarik oleh kuda atau keledai dalam sebuah arak-arakan. Pada suatu hari, Dia melewati seorang Yahudi mesir dengan keretanya. Yahudi itu adalah seorang penjual minyak. Sebagaimana kebiasaan tukang minyak, Yahudi itu pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan itu, Yahudi menghadang dan menghentikannya. Kemudian, dia berkata kepada imam ibnu hajar :

"Sesungguhnya Nabi kalian berkata: "Kehidupan dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir'. Namun, Kenapa engkau sebagai orang beriman menjadi hakim besar di mesir, dalam arak-arakan yang mewah, dan dalam kenikmatan seperti ini. sedangkan aku -yang kafir- dalam penderitaan dan kesengsaraan seperti ini?!"

Maka Imam Ibnu hajar menjawab:

"Aku dengan keadaanku yang penuh kemewahan dan kenikmatan dunia ini bila dibandingkan dengan kenikmatan surga adalah seperti sebuah penjara. Sedangkan penderitaan yang engkau alami di dunia ini dibandingkan dengan azab neraka itu seperti sebuah surga. "


      Mendegar kalimat dari imam ibnu hajar tadi, Yahudi ini pun segera mengucapkan dua kalimah syahadat dan menyatakan keislamannya.
      Subhanallah. Inilah figur seorang mukmin yang sadar betul bahwa hidupnya di dunia hanyalah sementara bahwa surga dan segala kenikmatan yang menantinya menjadikan dunia ini tidak lebih dari sekedar penjara.


     Bagi setiap muslim, kehidupan dunia dengan segala kegemerlapannya adalah ujian dan cobaan. Apakah kita terpedaya di dalamnya, ataukah kita mampu mensiasatinya secara bijaksana? Kehidupan dunia yang sementara ini adalah peta jalan menuju tempat kembali yang hakiki. Artinya, apa yang kita upayakan di dunia ini menentukan tempat apa dan seperti apa yang nanti akan kita tempati
    Namun, tidak berarti kita mengabaikan kehidupan dunia yang fana ini. Kita tetap dituntut untuk mengaktualisasikan diri kita sebagaimana amanah Allah Swt kepada manusia untuk mengelola bumi ini sebagai khalifah fil ardh. Hanya, kita harus benar-benar berhati-hati agar tidak terikat dengan dunia yang sementara ini . tidaklah salah, khalifah Abu bakar Ash-Shiddiq ra pernah mengingatkan kaum muslim tentang kehidupan dunia ini dengan doanya,

"Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami"

Pernyataan khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra ini sejalan dengan hadist riwayat muslim yang mengetengahkan tentang harga dunia. Rasullulah saw bersabda

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِى الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِوَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِفِى الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Demi Allâh, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kamu yang mencelupkan jari tangannya ini –perawi bernama Yahya menunjuk jari telunjuk- ke lautan, lalu hendaklah dia perhatikan apa yang didapat pada jari tangannya”. [HR Muslim, no. 2858].

Subhanallah! Begitu sempurnanya Rasulullah saw memberikan gambaran kepada kita tentang harga dunia. Ketika seseorang memasukan salah satu jarinya kedalam lautan yang begitu luas dan mengangkatnya, tentu saja hanya satu atau dua tetes yang mampu diangkatnya, sedangkan yang dia tinggalkan di lautan tersebut adalah kenikmatan yang Allah tahan di surga untuk mereka yang mukmin.

Semoga tulisan kali ini bisa menambah wawasan kita tentang islam dan bisa menjalankan islam sepenuhnya, semoga bermanfaat Good luck! J

Source : felix siaw




Share:

Kenalan yuk, sama masalah belajar?

Assalamualaikum sahabat rohis, pernah gak sih kalian di giniin
“hayoo kamu belajar sana jangan kebanyakan nonton drama korea, anime, main dota, main hp, ikut ekskul. nanti nilai kamu turun lho, kan kalo nilai kamu bagus, mama bisa banggain prestasi kamu  pas arisan tetangga
 –Mama/bunda/ummi

Haduuh ngomong gitu sih gampang mah, belum tau aja sih mama gimana belajar di era sekarang, gak semudah ke kamar mandi di pagi hari J

Di artikel ini ana mau berbagi masalah utama belajar, yang sebenernya bisa di bilang rangkuman dari masalah masalah umum yang terjadi. Setelah baca ini ana jamin deh kalian  bakal merubah cara pandang kalian , tentang cara belajar yang lebih efektif, so langsung aja dicek
1.       1. Penyakit paling klasik  : MALES
2.       2. Belajar (Cuma) untuk mengejar nilai akademis
3.       3. Menghakimi diri sendiri “gue kan emang bukan anak pinter”
4.       4. Benci sama mata pelajaran tertentu
5.       5. Cara belajar yang salah
6.       6. Semangat belajar yang nggak konsisten

Okay, ada nggak di antara kalian yang ngerasa salah satu, beberapa, atau malah semua dari keenam list di atas yang "Wah, ini sih gue banget!" Kalo ada, mungkin  bisa coba langsung loncat aja ke masalah yang lo ngerasa "gue banget" itu. Dan inget ini baru kenalan aja sama masalahnya broo J
1. Penyakit paling klise: MALES!


Males Belajar! Nah, ini dia nih penyakit paling klasik yang udah menjangkiti umat manusia dari generasi ke generasi. Kadang (atau seringnya) penyakit yang satu ini kambuh mendadak tanpa kita duga-duga. Udah tau besok mau ulangan, tapi kok rasanya malesss banget buat buka buku, maleeess banget buat latihan soal, pokoknya males banget nyentuh pelajaran deh!

Biasanya, guru atau orangtua dengan entengnya bilang "Hayo jangan males belajar, mau jadi apa kamu kalo baru umur segini aja udah males??". Yah, ngomong 'jangan males' sih gampang banget yee, tapi kalo penyakit ini udah menyerang, emang rasanya kok susah banget dilawan. Terus, kita harus gimana dong?

Okay, yang jelas sih nasehat ''Jangan males belajar" mau seberapa kali pun kalian dengerin nggak akan bikin kalian jadi nggak males lagi. Hal pertama yang harus dilakukan dalam menghadapi masalah adalah: identifikasi dulu masalahnya! Sekarang apa sih yang menyebabkan seseorang bisa males, atau lebih spesifiknya males belajar??
Kalo sekarang kita coba sama-sama mikir dalam konteks yang umum yah, apa sih yang membuat kita betul-betul Nggak niat melakukan sesuatu? Apa yang membuat kita nggak ada dorongan motivasi sama sekali untuk melakukan hal tersebut? Jawabannya bisa macem-macem, tapi menurut ana yang paling tepat adalah: ya karena kegiatan tersebut kita anggap nggak menarik, nggak exciting, membosankan, nggak jelas tujuannya buat apa, dsb.



Hal yang sama juga terjadi waktu kita males belajar. Kenapa kok rasanya berat banget buat buka buku pelajaran? Kenapa kok rasanya beban banget buat ngerjain tugas atau PR? Ya, karena kalian menganggap belajar adalah sesuatu hal yang nggak menarik, belajar adalah sesuatu kegiatan yang membosankan, yang nggak jelas tujuannya buat apa, dsb. Pola pikir atau mindset dalem otak kalian, itulah penyebab utama dari penyakit males.

Nah, terus kalo kita udah tau sebabnya, abis itu gimana dong? Ya kita perbaiki langsung ke sumber masalahnya dong. Caranya dengan mengubah paradigma kalian bahwa belajar itu sebetulnya bisa jadi suatu kegiatan yang enjoyable, yang bisa dinikmati, seru, mengasyikan, bikin penasaran, dan bahkan bisa bikin ketagihan! Ketika kalian bisa mengubah cara pandang kalian, belajar gak akan lagi jadi hal yang membebani kalian, gak akan lagi jadi hal membosankan, bahkan kalian gak perlu repot-repot mikirin gimana caranya supaya kalian termotivasi belajar, karena belajar udah jadi hal yang menyenangkan.

Solusi nya blm ana tulis semua, inget ini Cuma pengenalan baru taaruf aja hehe, tunggu post selanjutnya!
2. Belajar (hanya) untuk mengejar nilai Akademis

Emang apa salahnya sih belajar untuk nilai akademis? Bukannya emang tujuan kita belajar itu cuma buat dapet nilai bagus, membanggakan orangtua, kuliah di tempat bergengsi, terus bisa gampang cari kerjaan yang bergaji besar, dan hidup bahagia selamanya??


Hehehe... hidup itu gak sesimpel itu brads, sebagaimana manfaat dari belajar juga gak sesempit hanya untuk mendapatkan nilai akademis yang bagus doang. Kenapa ana bilang kalo "Belajar hanya untuk ngejar nilai" adalah masalah utama dalam belajar? Karena nilai dari sebuah tujuan akan sangat berpengaruh pada bagaimana proses kita menjalaninya. Btw kalian pernah denger pepatah kuno yang udah ada turun temurun di kalangan pelajar Indonesia, bunyinya kurang lebih kayak gini:

"Anak yang nilainya selalu bagus biasanya akan kalah (dalam hal kesuksesan karir, finansial, karya hidup, dsb) dengan orang yang nilai waktu sekolahnya biasa-biasa aja."

Percaya atau nggak, menurut ana emang ada benernya juga sih (walaupun gak selalu benar). Eit, tapi bukan maksudnya kalian jadi nggak boleh rajin belajar yah... yang ana permasalahkan adalah: ketika kalian belajar hanya untuk ngejar nilai akademis, kalian akan selalu terpaku pada satu indikator yang seolah-olah paling bisa merefleksikan kesuksesan kalian dalam proses belajar (nilai akademis), padahal sebenernya bukan (cuman) itu indikator yang harus kalian pikirin.

Kalo kalian cuma terpaku pada satu indikator doang (cuman nilai dan prestasi akademis) kalian akan menutup banyak banget kesempatan dan peluang lain untuk belajar sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekedar nilai doang. kalian nggak akan belajar gimana serunya belajar tanpa perlu disuruh, tanpa mikir bakal keluar di ujian atau nggak, dan kalian akan belajar hal yang manfaatnya akan jauh lebih melekat dalam diri kalian sampai bertahun-tahun.

Dari cerita orang orang sukses yg ana baca kebanyakan mereka menghabiskan masa sekolahnya untuk explore lebih banyak hal yang jauh lebih bermanfaat. Belajar memahami dunia lebih jauh, mengembangkan bakat, hobby, ngulik banyak hal yang gak dipelajari di sekolahnya, dsb. Itulah yang biasa ana bedakan antara studying dan learning, atau subjeknya belakangan ini sering ana sebut sebagai 'pelajar' dan 'pembelajar'.
Anyway, buat kalian yang masih ngerasa kalo belajar untuk nilai adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Dan pengen tau apa bedanya studying dengan learning, atau apa bedanya 'pelajar' dengan 'pembelajar'.
ana bakal lanjut di post berikutnya hehe

 3. Menghakimi diri "Gue kan bukan anak pinter"


"Ah gue kan emang bukan anak pinter, ya mau gimana lagi dong?"
"Gue sih emang dari dulu gak pinter hafalan, jadi ya gua males belajar Sejarah dan nilai gue selalu jelek"
"Gue kan orangnya dominan otak kanan, jadi wajar dong kalo gue bego urusan itungan seperti pelajaran matematika?"

Sikap menghakimi diri sendiri (baca: fixed-mindset) ini ana anggep sebagai salah satu masalah utama yang paling gawat dalam belajar. Ibaratnya belum juga bertarung, tapi udah kalah duluan. Dengan kalian menghakimi diri kalian sendiri, kalian seolah-olah menjadikan hal tersebut excuse atau alesan untuk terima nasib gitu aja, dan gak berusaha bangkit untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Padahal sebetulnya, tanpa kalian sadari, mindset seperti itu justru yang membatasi kalian dalam belajar, berkembang, dan mengevaluasi diri untuk jadi individu yang lebih baik.

Ditambah lagi, seringkali guru bahkan orangtua kalian juga memberi afirmasi terhadap justifikasi ini, misalnya dengan mengatakan kalo anak IPA itu dominan otak kiri jadi lebih jago hitung-hitungan, sementara anak IPS itu lebih dominan otak kanan, jadi lebih jago hafalan. Jadilah kalian percaya kalo kalian dominan otak kiri sehingga gak akan mungkin bisa main musik, atau kalian yang otak kanan gak mungkin jago matematika.

Apakah mungkin jangan-jangan kalian juga termasuk salah satu yang terjebak dengan pola pikir fixed-mindset seperti ini? Kalo iya,ini bahaya banget dan harus kalian atasi sesegera mungkin. Serius, sikap menghakimi diri sendiri ini adalah salah satu masalah utama dalam belajar yang secara gak sadar sangat mempengaruhi persepsi kalian terhadap diri kalian sendiri.

ana saranin baca tentang kekuatan visualisasi kalian bisa cari cari sendiri di google tentang kekuatan visualisasi yang dahsyat banget
4. Benci sama mata pelajaran tertentu


Ada nggak sih pelajaran yang kalian benci banget sampai-sampai kalian muak sama pelajaran tsb.? Believe me, I know how does this feels bro,sist... Emang yee rasanya kalo udah benci sama pelajaran tertentu tuh nyesek banget. Boro-boro mau belajar atau ngerjain latihan soal, nyentuh bukunya aja udah males, dengerin suara langkah guru masuk kelas aja bawaannya udah ngantuk. Kalo ada tugas pasti pengen nyalin punya temen terus, kalo belajar selalu nunda-nunda terus, rasanya nyiksa banget buat maksain belajar. Nggak kerasa, rasa benci ini numpuk terus selama bertahun-tahun makin lama makin akut sampai kalian bener-bener muak dan pengen cepet-cepet lulus SMA supaya nggak akan pernah ketemu lagi sama pelajaran tersebut.

"Ya tapi mau gimana lagi, kalau udah benci sama pelajaran tertentu terus harus gimana lagi dong? Kalau udah benci, emang bisa sayang?"

Well, perasaan benci sama mata pelajaran tertentu kayak gini, emang salah satu masalah utama dalam belajar yang paling susah buat diatasi. Kenapa susah? karena kalian harus melawan ego diri kalian sendiri untuk keluar dari zona nyaman (comfort-zone). Walaupun agak sulit, tapi bukan berarti hal ini nggak bisa dilakukan lohSo, please allow us to lift your burden...

Seperti yang ana udah sebutin di atas, langkah pertama untuk mengatasi masalah adalah identifikasi dulu masalahnya, baru kita coba atasi masalah itu tepat di akar permasalahannya. Nah, hal yang menyebabkan kalian bisa benci mata pelajaran tertentu itu ada banyak banget, bisa jadi sebetulnya karena kalian nggak suka sama cara ngajar gurunya, atau mungkin cara belajar kalian salah. Bisa juga karena dari kecil kalian terus-terusan kena sugesti dari kakak, temen-temen atau orangtua kalo pelajaran anu itu susah banget (prime effect), atau bisa juga karena kalian nggak bisa nangkep esensi yang menarik dibalik ilmu tersebut, dan kalian gak tau apa sebetulnya apa alasan, tujuan, dan kenapa kalian harus mempelajari hal itu.

5. Cara belajar yang salah


Nah ini dia nih, masalah belajar yang paling ngenes di antara yang lain. Ada banyak siswa yang sebetulnya udah cukup rajin, punya semangat yang tinggi buat melawan kemalasan, tapi sayangnya dia menyalurkan waktu dan energinya buat belajar dengan cara yang salah. kalian pernah nggak sih ngerasa udah belajar mati-matian tapi kok ngerasa nggak dapet ilmu apa-apa? Udah belajar siang malem eh tapi nilai ujian jelek, begitu beres ujian, ilmunya lupa semua, begitu ditanya pertanyaan yang nggak ada di buku cetak atau catetan langsung blank nggak ngerti apa-apa. 

Yak, kalo misalnya kalian pernah ngerasain kayak gitu, kemungkinan besar sih cara belajar kalian yang keliru. Emang apa aja sih cara belajar yang keliru? Okay, coba ana kasih list-nya sedikit yah... Berikut di bawah ini adalah common mistakes yang banyak dilakukan para siswa:
·         -Belum ngerti konsepnya secara mateng, tapi udah langsung nyoba latihan soal.
·         -Terpaku hanya pada 1--2 sumber, biasanya sih buku cetak dan hasil nyatet di kelas pas diterangin guru.
·         -Ngehafalin tipe soal yang dulu pernah ditanyain dalam ujian yang sama.
·         -Belajar = Sibuk menghafal rumus, tahun, istilah, nama orang, dsb.

Nah loh, ada nggak di antara kalian yang kalo belajar tanpa sadar ngelakuin salah satu dari keempat point di atas? Atau malah keempatnya semua dilakuin tiap kali kalian belajar? Kalo jawaban kalian iya, berarti kalian udah menghambur-hamburkan waktu dan energi kalian selama ini dengan metode belajar yang salah. Cara belajar yang ana sebutin di atas, akan menyebabkan kalian akan terus berorientasi pada nilai akademis dan ilmu yang kalian dapet akan hilang tepat begitu kertas ujian kalian kumpulkan. Kan sayang banget yah, kalo investasi waktu dan energi kalian buat meras otak tapi hasilnya cuman segitu doang. Padahal kalo aja kalian tau cara belajar yang tepat, dengan usaha yang kurang lebih sama, kalian bakal dapet hasil yang jauh lebih optimal.

Terus, gimana dong cara belajar yang bener? Emang ada yah cara belajar yang bisa bikin ilmu nempel terus nggak lupa-lupa? ana sih punya beberapa resep belajar yang bener-bener bisa bikin ilmu melekat di otak nggak lepas-lepas, biasanya proses belajar ini beken digunakan sama kalangan anak-anak luar secara turun temurun dengan istilah DELIBERATE PRACTICE. Apaan tuh deliberate practice? Singkatnya sih deliberate practice adalah proses belajar yang bener-bener menuntut pemahaman kalian secara mendalam untuk kemudian dilatih secara penuh untuk setiap elemen yang terkait dengan ilmu tersebut.

Contohnya aja nih, kalo kalian mau belajar jago main sepak bola. kalian nggak akan bisa sampai bener-bener jago kalo kalian cuma mengandalkan sering-sering main bola sampai temen-temen kompleks. Terus, gimana dong cara belajar yang tepat? Pertama, kalian harus melatih skill-skill yang mendasar dulu, seperti membangun stamina, ketahanan fisik yang oke. Baru abis itu kalian belajar dulu cara giring bola yang bener, cara nahan bola yang bener, keterampilan kaki kanan dan kaki kiri yang seimbang, dsb. Kalo kalian udah punya skill dasar yang oke, baru kalian coba latihan tanding sesekali, abis itu kalian evaluasi apa aja yang masih jadi kelemahan kalian. Itulah cara belajar deliberate practice.
Metode belajar seperti main bola itu juga bisa kalian lakukan dalam belajar hal apa pun, termasuk juga dalam belajar matematika, fisika, sosiologi, ekonomi, dan mata pelajaran lainnya. 
6. Semangat belajar yang nggak konsisten

Kalo kalian udah mengatasi masalah-masalah di atas, artinya kalian udah punya persepsi dan cara pandang yang tepat dalam melihat proses belajar. kalian udah tau bahwa belajar adalah sebuah kegiatan yang seru, yang sebetulnya gak perlu dibenci, gak sepatutnya didasarkan (hanya) pada nilai akademis, dan kalian juga udah tau teknik belajar yang tepat. Berarti kalian tinggal mengatasi satu masalah terakhir dalam proses belajar, yaitu masalah kedisiplinan.


Disiplin yang ana maksud itu bukan berarti segalanya harus tepat waktu, ngikutin jadwal belajar, dsb. Instead, inti dari kedisiplinan itu : kalian konsisten dalam ngerjain segala sesuatu sesuai dengan tujuan yang mau lo capai. Itulah kenapa ana taro point masalah ini jadi yang nomor terakhir, karena sebelum kalian mengasah kedisiplinan kalian dalam belajar, kalian harus punya persepsi belajar yang bener dan tujuan yang jelas kenapa kalian harus ngelakuin semua hal ini. Sebelum pola pikir kalian tentang belajar itu bener, ana jamin kalian gak akan pernah bisa punya semangat belajar yang bener-bener konsisten.


Okay, terus gimana dong metode yang paling tepat untuk bisa memiliki semangat belajar yang konsisten, untuk bisa memiliki kedisiplinan sehingga kalian bisa memanfaatkan waktu kalian secara efektif? Nah, untuk masalah ini bakal bisa jadi panjang banget pembahasannya, tapi untungnya, nanti akan kita selesaikan di post selanjutnya :0


gimana guys kalian udh kenalkan dengan common problem untuk belajar :) 
commend me ty yg udh baca ggwp :)
semoga membantu Good luck!

Siapapun yang berjuang mencari ilmu karena Allah akan dijaga setiap langkah perjalanannya sampai ia kembali

 Islam mengutamakan ilmu karena ilmu adalah jalan memahami setiap sisi kehidupan


  • Qs Al Mujadalah ayat 11:

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Artinya :
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
Source : zenius




Share:

Hasil sementara Reciting Quran

Berikut hasil sementara reciting Quran

Share:

Hasil sementara solat 5 waktu

Berikut hasil sementara mutabaah yaumiyah solat 5 waktu, belum di akumulasi bulan sebelumnya



Share:

About

About Admin

Alif

Alif Ardiansyah Rusmana

Kelas 11 IPA 6 - +15189456056 (wa only)

Rohis 1 Depok

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Yakin lagi pesimis?

Definisi Pesimis Assalamualaikum Sahabat Rohis, Apakah lagi pesimis? PARAS sudah mendekat? Banyak ...